ADAB DALAM BERDO'A I

ADAB BERDOA



Na'am akhii fiillah kita mulai belajar bagaimana tata cara berdo'a yang sesuai dengan Nabi Muhammad SAW.

Doa adalah ibadah yang paling utama di sisi Allah, karena doa merupakan bukti betapa lemah dan faqirnya manusia serta betapa gagah dan kayanya Allah swt. Allah membenci orang yang tidak pernah berdoa karena hal tersebut merupakan bentuk ketakaburan.

“ Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya". [Sunan At-Tirmidzi, bab Do'a 12/267-268]."

 Allah menjanjikan akan mengabulkan permohonan orang yang meminta kepadaNya, tentunya bila memenuhi adab dan syarat-syarat berdoa yang telah ditetapkan oleh syaari (Allah dan rasulNya) yaitu:

1. Memelihara diri dari perkara-perkara yang diharamkan, Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah itu bersih, tidak akan menerima kecuali yang bersih.(H.R. Muslim)

 Sahabat Sa’ad bin Abu Waqqas pernah meminta kepada Rasul, “Wahai rasulallah doakanlah diriku supaya menjadi orang yang doanya diijabah!, maka Rasulullah saw. bersabda: Wahai Sa’ad bersihkanlah perutmu dari yang haram niscaya kamu menjadi orang yang doanya diijabah.
 ( Ibnu Katsir, I:254 )

Dua keterangan di atas menjadi dalil bahwa makanan yang halal merupakan salah satu syarat diterimanya doa dan ibadah, sedang makanan yang haram akan menjadi penghalang diijabahnya doa dan ibadah.

 2. Merendahkan suara (tidak berteriak) karena Allah itu Maha dekat. Seorang arab gunung bertanya kepada Nabi saw. “Wahai Rasulullah apakah Allah itu dekat hingga kami berbisik kepadaNya atau Allah itu jauh hingga kami mesti berteriak ( bila berdoa) kepadaNya?” Rasulullah saw. diam, lalu turunlah ayat:
 "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu…" Ibnu Katsir I:271
 Abu Musa Al Asy’ari berkata, “Kami pernah berperang bersama rasulullah saw. dan setiap kami menaiki bukit atau menuruni lembah kami selalu berteriak mengucapkan takbir, lalu Rasulullah saw. menghampiri kami dan bersabda:
 "Hai manusia, sayangilah diri-diri kalian, karena sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan jauh, tidaklah kalian berdoa melainkan kepada yang maha mendengar dan maha melihat sesungguhnya yang kamu seru (Allah) lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari leher untanya... " Ahmad, Ibnu Katsir, I:254

3. Bersungguh-sungguh dalam berdoa, oleh karenanya hendaklah tidak menggunakan lafad (jika Engkau mau) dan tidak melagukan doa karena hal tersebut selain tasyabuh nasrani juga menggambarkan ketidakseriusan dalam berdoa, Rasulullah saw. bersabda:
 "Bila kamu berdoa maka bersungguh-sungguhlah dalam meminta, dan janganlah sekali-kali kamu berkata: Ya Allah jika Engkau mau maka berilah aku…" (H.R. Al Bukhari)

 4. Hiendaklah husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah, tidak putus asa dari rahmatNya dan yakin akan ijabah Allah, Rasulullah saw. bersabda:
 "..Bila kamu berdoa kepada Allah wahai manusia, maka berdoalah kepadaNya dengan keyakinan terhadap ijabahNya..." (H.R. Ahmad, II:177)
 Sufyan bin Uyainah berkata, “Janganlah perasaan berdosa menghalangi kamu dari berdoa, karena sesungguhnya Allah telah mengijabah permohonan mahluk terjahat yaitu iblis”. Iblis berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. Allah berfirman, “(kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi tangguh”. Q.S. Al Hijr:36-37, Al Qurtubi, II:209

 5. Janganlah meminta sesuatu yang diharamkan, juga jangan ber-isti’jal terhadap ijabahNya, Rasulullah saw. bersabda:
idak henti-hentinya Allah memenuhi permohonan seorang hamba selama dia tidak meminta yang haram atau sesuatu yang dapat memutuskan silaturrahmi atau memburu-buru diijabah. Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana memburu-buru diijabah itu?” Beliau menjawab, “Ia berkata, ‘Sungguh aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa tapi doaku tidak diijabah’.” Akhirnya orang itu malas dan tidak berdoa lagi. H.R. Muslim

 6. Walaupun berdoa tidak dibatasi oleh waktu, tapi hendaklah memilih waktu-waktu ijabah yang antara lain sepertiga malam akhir, Rasulullah saw. bersabda:

 "Allah tabaraka wa ta'ala setiap malam turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam akhir, Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu kemudian Aku mengijabahnya, siapa yang meminta kepadaKu kemudian Aku memberinya, siapa yang memohon ampunanKu kemudian Aku akan mengampuninya." (Al Bukhari:6321)

 7. Tidak disyari’atkan mengangkat tangan kecuali pada yang dicontohkan Nabi saw., antara lain ketika istisqa (meminta hujan). Anas berkata, “Seseorang masuk mesjid pada hari jum’at ketika Rasulullah saw. sedang khutbah, lalu orang itu berkata, ‘Ya Rasulallah, harta-harta ruksak dan jalan-jalan terbelah, berdoalah engkau kepada Allah supaya Ia turunkan hujan’, lalu Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya...” Demikian diterangkan dalam hadits riwayat imam Al Bukhari dan imam Muslim.

 8. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari diterangkan bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa sambil menghadap kiblat dan pernah pula beliau berdoa sambil membelakangi kiblat. Hadis tersebut menjadi dalil bahwa dalam berdoa tidak diisyaratkan sambil menghadap kiblat. Ibrahim bin Adham ditanya, “Kenapa kami ini, kami berdoa tapi tidak diijabah?” ia menjawab, “Karena 1. Kamu mengenal Allah tapi tidak mentaatiNya, 2. Kamu mengenal Rasul tapi tidak mengikuti sunahnya, 3. Kamu mengetahui Alquran tapi tidak mengamalkannya, 4. Kamu memakan nikmat Allah tapi tidak mensyukurinya, 5. Kamu mengetahui surga tapi tidak mencarinya, 6. Kamu mengetahui neraka tapi tidak menjauhinya, 7. Kamu mengenal setan tapi tidak memusuhinya bahkan mentaatinya, 8. Kamu mengetahui kematian tapi kamu tidak mempersiapkan bekalnya, 9. Kamu menguburkan mayat tapi tidak menjadikannya sebagai pelajaran, dan 10. Kamu tidak memperhatikan aib sendiri bahkan sibuk memperhatikan aib orang lain. Tafsir Al Qurtubi, II:208

Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar