konselor terbaik

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah."(QS.Al-Ma’arij:19-21).

memang manusia sudah diciptakan oleh Allah Swt. dengan disifati suka berkeluh kesah seperti pada ayat diatas. Allah Swt. bukan tanpa alasan menciptakan manusia dengan sifat yang demikian, melainkan disana terapat hikmah yang sangat banyak jika kita renungi.

sifat manusia yang berkeluh kesah tatkala mendapatkan kesulitan tampakknya bisa dikatakan sebagai fitrahnya. terkadang kita sering mengeluh dengan kondisi yang sedang kita hadapi kepada orangtua, saudara, atau sahabat. mungkin dengan sedikit berkomunikasi tentang perasaan dan pikiran kita tentang masalah yang sedang dihadapi atau masalah-masalah yang telah dilalui dengan orang-orang yang kita percayai membuat beban seakan-akan terbuncahkan, seolah batu keras yang sedang dihadapi menjadi butiran batu-batu kerikil. meskipun dengan berkeluh kesah kepada orang lain yang secara psikis membuat kita jauh lebih tentram ,walau terkadang dari semua masalah yang kita ceritakan kepada orang tidak menghadirkan solusi atau jawaban.

tapi sayangnya, sesering apapun kita mengeluh dengan keadaan kita kepada orang lain, orang tersebut sama sekali tidak mampu meghadirkan solusi, tidak mampu merubah takdir dan mengeluarkan kita dari kondisi saat itu. tapi Allah Swt. lah yang memberikan solusi, yang menghilangkan semua masalah dan memberikan ketenangan dalam menghadapinya. manusia tidak lebih dari orang yang dijadikan Allah wasilah atau jalan untuk menemukan solusi, tapi Allah lah yang sesungguhnya berkehendak..

      sangat konyol memang, ketika kita menceritakan semua masalah dan berkeluhkesah kepada seseorang, seolah kita lupa bahwa mereka pun sama seperti kita, mereka memiliki masalah bahkan bisa jadi lebih besar dari yang kita rasakan. jadi tidak akan ada manfa'atnya jika hanya mengeluh kepada manusia,karena kita sama-sama orang yang ditimpa masalah.

  alangkah indahnya jika kita hanya mengadukan setiap kesulitan, kepahitan kesedihan dan kepayahan kepada Allah Swt., sebab Allah yang menimpakannya kepada kita, dan Dia juga yang akan menghilangkannya dari kita. jika mengeluh kepada manusia tentang semua hal buruk yang menimpa, maka sama saja dengan melaporkan perbuatan Allah yang maha mulia, kepada manusia yang hina.

sudah menjadi keharusan bagi kita untuk meminta konseling kepad Allah Swt. dalam setiap do'a yang dipanjatkan. Allah selalu memiliki waktu 1x24 jam untuk menerima curhatan dan permintaan kita.

jangan pernah sekalipun kita mengeluh kepada makhluk, sebelum mengeluh kepada Allah Swt.

mengeluh kepada Makhluk tidaklah benar, hanya meminta solusi dan cara yang harus dihadapi serta sebagai wasilah dalam menyelesaikan masalah.



Category: 0 komentar

Prioritas

By : Aldi rifki maulana

"Allah berfirman, "Berapa tahun kamu tinggal di bumi?".
Mereka menjawab, "Kami tinggal di bumi  sehari atau setengah hari. Tanyakanlah kepada mereka yang menghitung".
Allah berfirman, "Kamu tinggal dibumi hanya sebentar jika kamu benar-benar mengetahui"
(QS. Al-Mu'minun :112-114)

"Kesalahan besar dalam memanfa'atkan waktu, adalah dihabiskannya untuk mengerjakan sesuatu dengan sempurna pekerjaan yang tidak perlu dikerjakannya samasekali"

Harus kita sadari, bahwa hidup ini terlalu singkat jika untuk digunakan dengan hal yang sia-sia.

Dalam surat As-Sajdah ayat 5. Sehari di dunia, sebanding dengan
1000 tahun lamanya di akhirat.
Jika kita asumsikan umur kita sampai usia 63 tahun, maka seolah-olah kita hidup 1,5 jam untuk akhirat. (63/1000 = 1.5)

Dengan waktu sesingkat ini, apa yang dapat manusia lakukan selain ibadah kepada Allah Swt. ?
Alangkah ruginya sekiranya kita tidak mengetahui prioritas kesibukan kita didunia, kebanyakan dari kita, atau bahkan diri anda dan saya sendiri termasuk orang yang lupa memprioritaskan kehidupan hanya untuk beribdah.

Kebanyakan diantara kita tertipu dengan kesinggahan kita di bumi hanya sementara, tapi justru sesuatu yang sementara ini yang lebih menyibukan kita dengan hirukpikuknya dunia.

Sudah saatnya bagi kita, sebelum terlambat dan menyesal kita harus buat prioritas dalam hidup.

Suatu hari, seorang dosen masuk ke kelas untuk memberi mata kuliah akhir semester kepada para mahasiswanya, namun ada  yang berbeda, si dosen tampak membawa peralatan seperti ingin memperagakan atau mendemonstrasikan sesuatu dihadapan mahasiswanya.
Ternyata si dosen membawa satu toples besar, dan 3 toples kecil yang berisi batu besar,kerikil,dan pasir kemudian 1 botol air mineral.

Lalu dosen itu mulai meletakan batu-batu besar kedalam toples yang kosong tadi hingga penuh, sesaat setelah itu, si dosen bertanya "apakah toples ini masih bisa kita isi?"

Mahasiswanya belum ada yg menjawab.

Lalu si dosen melanjutkan demonstrasinya seraya berkata "toples ini masih bisa kita isi dengan kerikil".

Setelah toples itu terisi batu besar dan kerikil, sang dosen bertanya kembali kepada mahasiswanya yang ada dikelas "apakah toples ini masih mungkin kita isi?".
Semua mahasiswa terdiam dan tidak ada yg memberikan jawaban karena bingung.

Kemudian sang dosen melanjutkan kembali demonstrasinya dengan mengisi toples yang telah terisi batu dan kerikil itu dengan pasir. Sang dosen kembali bertanya "bisakah kita isi lagi toples ini?"
Mahasiswanya menjawab bersahutan "tidak bisa prof!!"

Ternyata dosen itu menuangkan 1 botol air yang ada dimejanya kedalam toples yang telah terisi batu,kerikil,dan pasir.

Demonstrasi seorang dosen diatas mengilustrasikan umur manusia.
Toples kosong yang besar adalah jatah waktu kita dalam sehari yaitu 24 jam. Setiap manusia diberi toples yang sama (waktu 24 jam) dalam sehari.

Batu besarnya adalah kewajiban utama manusia, kerikil adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan sebagainya. Sedangkan pasir dan air adalah aktivitas manusia dalam memperoleh segala atribut keduniaan.

Begitulah seharusnya kita dalam mengisi waktu, kita letakan batu besar yaitu tugas manusia beribadah. Lalu isi  dengan kerikil, maksudnya isi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas diri, mencari nafkah, meraih prestasi dan melakukan kebaikan-kebaikan. Lalu sisanya kita isi waktu dengan air dan pasir sebagai waktu sisa dan pelengkap waktu kita.

Jangan kita balikan dengan mengisi pasir terlebih dahulu kemudian diisi pasir, maka sebelum kerikil dan batu masuk toples sudah terisi penuh dengan pasir yang bercampur air.

Kita gunakan waktu kita untuk beribadah sebagai prioritas, lalu kita kerjakan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengerjakan keduanya,
Yaitu mengerjakan aktivitas keduniaan yg bermanfaat dengan niat ibadah kepada Allah Swt.