Prioritas

By : Aldi rifki maulana

"Allah berfirman, "Berapa tahun kamu tinggal di bumi?".
Mereka menjawab, "Kami tinggal di bumi  sehari atau setengah hari. Tanyakanlah kepada mereka yang menghitung".
Allah berfirman, "Kamu tinggal dibumi hanya sebentar jika kamu benar-benar mengetahui"
(QS. Al-Mu'minun :112-114)

"Kesalahan besar dalam memanfa'atkan waktu, adalah dihabiskannya untuk mengerjakan sesuatu dengan sempurna pekerjaan yang tidak perlu dikerjakannya samasekali"

Harus kita sadari, bahwa hidup ini terlalu singkat jika untuk digunakan dengan hal yang sia-sia.

Dalam surat As-Sajdah ayat 5. Sehari di dunia, sebanding dengan
1000 tahun lamanya di akhirat.
Jika kita asumsikan umur kita sampai usia 63 tahun, maka seolah-olah kita hidup 1,5 jam untuk akhirat. (63/1000 = 1.5)

Dengan waktu sesingkat ini, apa yang dapat manusia lakukan selain ibadah kepada Allah Swt. ?
Alangkah ruginya sekiranya kita tidak mengetahui prioritas kesibukan kita didunia, kebanyakan dari kita, atau bahkan diri anda dan saya sendiri termasuk orang yang lupa memprioritaskan kehidupan hanya untuk beribdah.

Kebanyakan diantara kita tertipu dengan kesinggahan kita di bumi hanya sementara, tapi justru sesuatu yang sementara ini yang lebih menyibukan kita dengan hirukpikuknya dunia.

Sudah saatnya bagi kita, sebelum terlambat dan menyesal kita harus buat prioritas dalam hidup.

Suatu hari, seorang dosen masuk ke kelas untuk memberi mata kuliah akhir semester kepada para mahasiswanya, namun ada  yang berbeda, si dosen tampak membawa peralatan seperti ingin memperagakan atau mendemonstrasikan sesuatu dihadapan mahasiswanya.
Ternyata si dosen membawa satu toples besar, dan 3 toples kecil yang berisi batu besar,kerikil,dan pasir kemudian 1 botol air mineral.

Lalu dosen itu mulai meletakan batu-batu besar kedalam toples yang kosong tadi hingga penuh, sesaat setelah itu, si dosen bertanya "apakah toples ini masih bisa kita isi?"

Mahasiswanya belum ada yg menjawab.

Lalu si dosen melanjutkan demonstrasinya seraya berkata "toples ini masih bisa kita isi dengan kerikil".

Setelah toples itu terisi batu besar dan kerikil, sang dosen bertanya kembali kepada mahasiswanya yang ada dikelas "apakah toples ini masih mungkin kita isi?".
Semua mahasiswa terdiam dan tidak ada yg memberikan jawaban karena bingung.

Kemudian sang dosen melanjutkan kembali demonstrasinya dengan mengisi toples yang telah terisi batu dan kerikil itu dengan pasir. Sang dosen kembali bertanya "bisakah kita isi lagi toples ini?"
Mahasiswanya menjawab bersahutan "tidak bisa prof!!"

Ternyata dosen itu menuangkan 1 botol air yang ada dimejanya kedalam toples yang telah terisi batu,kerikil,dan pasir.

Demonstrasi seorang dosen diatas mengilustrasikan umur manusia.
Toples kosong yang besar adalah jatah waktu kita dalam sehari yaitu 24 jam. Setiap manusia diberi toples yang sama (waktu 24 jam) dalam sehari.

Batu besarnya adalah kewajiban utama manusia, kerikil adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan sebagainya. Sedangkan pasir dan air adalah aktivitas manusia dalam memperoleh segala atribut keduniaan.

Begitulah seharusnya kita dalam mengisi waktu, kita letakan batu besar yaitu tugas manusia beribadah. Lalu isi  dengan kerikil, maksudnya isi dengan kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas diri, mencari nafkah, meraih prestasi dan melakukan kebaikan-kebaikan. Lalu sisanya kita isi waktu dengan air dan pasir sebagai waktu sisa dan pelengkap waktu kita.

Jangan kita balikan dengan mengisi pasir terlebih dahulu kemudian diisi pasir, maka sebelum kerikil dan batu masuk toples sudah terisi penuh dengan pasir yang bercampur air.

Kita gunakan waktu kita untuk beribadah sebagai prioritas, lalu kita kerjakan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengerjakan keduanya,
Yaitu mengerjakan aktivitas keduniaan yg bermanfaat dengan niat ibadah kepada Allah Swt.

0 komentar:

Posting Komentar